Hacker
Awal hacker bermula dari tahun 1960-an, ketika fasilitas-fasilitas laboratorium artificial intellegence menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti MIT (Massachusetts Institute of Technology). Komputer saat itu masih menjadi mainframe, “terkunci” dalam ruangan yang terkontrol suhunya, dan dalam ruangan berkaca.
Butuh biaya banyak hanya untuk menjalankannya, sehingga para peneliti terbatasi penggunaannya. Mereka lalu menciptakan trik yang mereka sebut hack, sebuah program shortcut untuk menyelesaikan perintah pada mainframe komputer lebih cepat.
Sejarah hacker tidak dapat dipisahkan dari awal keberadaan komputer. Dalam satu dasawarsa terakhir, hacker berpindah dari aktivitas subversif di wilayah abu-abu menjadi sebuah tindakan kriminal yang dikenal dengan nama cybercrime.
Pada awal 1970-an, ajang pertama yang dijadikan tempat para hacker bermain adalah AT&T, sebuah perusahaan telekomunikasi AS. Sebuah eksperimen kecil yang berangkat dari keisengan “phreaker” (akronim yang diambil dari kata phone, freak, dan hacker) melakukan konferensi dan sambungan langsung jarak jauh (interlokal) secara gratis – tidak tercatat pada sistem billing telepon AT&T.
Peluit Captain Crunch
John Draper, mantan personel Angkatan Udara AS, menjadi icon phreaker yang dikenal dengan julukan “captain crunch”. Julukan tersebut didapatkannya setelah menemukan metode untuk mengelabui sistem telepon dengan peluit mainan anak-anak yang disertakan dalam kotak cereal Cap ‘n Crunch. Draper menutup salah satu lobang peluit tersebut, kemudian menutupnya untuk menghasilkan suara dengan gelombang 2600 hertz. Suara tersebut digunakan untuk membuka sambungan telepon yang tentu saja tidak tercatat alias gratis. Sampai saat ini, salah satu Newsgroup hacker menggunakan nama “alt.2600” untuk mengenang jasa sang bapak phreaker, John Draper.
Konsep peluit sakti Captain Crunch ini kemudian diproduksi dan dipasarkan oleh para phreaker dengan nama Blue Box. Tujuannya tentu saja untuk menelepon secara gratis. Steve Jobs dan Steve Wozniak adalah dua nama tokoh besar dalam industri TI sekarang yang ikut membuat dan menjual Blue Box.
Sayang, John Draper agak sedikit kurang beruntung pada waktu itu. Ketika para phreaker mulai naik daun, ia justru harus berhadapan dengan pihak keamanan yang mengantarkannya untuk beristirahat sejenak di Hotel Prodeo selama 4 bulan pada tahun 1976.
Masa Keemasan Hacker
Perkembangan teknologi komputer, yang ditandai dengan produksi masal PC IBM serta diperkenalkannya teknologi Internet, yang sebelumnya dikuasai oleh militer AS (Arpanet), adalah masa keemasan hacker. Mereka yang dulunya hanya berkutat pada kelemahan sistem telepon, mulai beranjak mencari kelemahan dan mengacak-acak sistem komputer yang terhubung dalam jaringan global, Internet. Puncak keisengan para hacker di tahun 1989, ketika sekelompok hacker Jerman di bawah komando Karl Koch, atas pesanan agen rahasia KGB, berhasil menjebol sistem komputer militer AS.
Seiring dengan tumbuhnya perekonomian di Internet, para hacker mulai berpikir bagaimana cara mendapatkan uang disana. Pada tahun 1994, Citibank kehilangan lebih dari 10 milyar Dollar akibat ulah para hacker Rusia. Dana tersebut ditransfer ke berbagai bank di AS, Eropa dan
Nama lain yang menghiasi sejarah perjalanan hacker adalah Kevin Mitnick. Catatan perjalanan Kevin Mitnick dalam dunia hitam Internet tergolong luar biasa. Pada tahun 1981, Mitnick dihukum karena menghancurkan data di komputer jaringan dan mencuri manual operator dari sebuah perusahaan telekomunikasi. Tahun 1983, Mitnick kembali dihukum karena dituduh merusak komputer Pentagon yang dilakukannya dari kampus
Hacker di Era 2000-an
Bulan Februari 2000 baru saja menghabiskan satu minggu pertamanya, hacker telah menorehkan catatan baru dalam seri “kejahatan” berbasis teknologi ini. Website-website besar seperti Amazon, CNN, Yahoo, E-bay, dan Datek harus kehilangan jutaan Dollar karena serangan Denial of Service. Server mereka tersumbat karena dijejali kiriman paket request palsu dari jutaan komputer di dunia secara bersamaan.
Dalam film Hackers dibacakan The Hacker Manifesto yang ditulis oleh The Mentor sesaat setelah dia ditangkap polisi:
….
This is our world now... the world of the electron and the switch, the beauty of the baud.
We make use of a service already existing without paying for what could be dirt-cheap if it wasn't run by profiteering gluttons, and you call us criminals. We explore... and you call us criminals.
We seek after knowledge... and you call us criminals. We exist without skin color, without nationality, without religious bias... and you call us criminals.
You build atomic bombs, you wage wars, you murder, cheat, and lie to us and try to make us believe it's for our own good, yet we're the criminals.
Yes, I am a criminal. My crime is that of curiosity. My crime is that of judging people by what they say and think, not what they look like. My crime is that of outsmarting you, something that you will never forgive me for.
I am a hacker, and this is my manifesto. You may stop this individual, but you can't stop us all... after all, we're all alike.
Sumber: PC Mild, Edisi 17/2005 dengan beberapa penambahan.



Poskan Komentar